September 11, 2008

Diatas bis kota aku berbuka puasa

Selama bulan Romadhon jam pulang kantor lebih awal begitu juga jam masuknya disesuaikan lebih awal dari hari kerja biasanya, sehingga jam kerja tetap tidak berkurang yaitu delapan jam sehari, 40 jam seminggu.

Sampai hari kesepuluh puasa walau pulangnya jam empat belum pernah bisa berbuka bersama dengan anak dan isteri dirumah, sering ketika Adzan Magrib berkumandang masih berada diatas bis kota dalam perjalanan pulang. Maklum hampir kebanyakan kantor pulangnya bersamaan lebih awal, ya jadinya jalanan padat terus alias macet cet...

Allohumma laka sumtu wabika amantu wa'alaa rizkika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin...

March 8, 2008

Menjadi Papan Atas Blogging di Internet.

Anda sudah memiliki blog tapi blog anda masih sepi pengunjung. Itu, karena memang blog anda belum dikenal netter. Bagaimana agar para netter dapat mngenal atau mengetahui keberadaan blog anda, itulah masalahnya. Tidak perlu khawatir banyak cara/tips untuk membuat blog anda dapat dikenal atau mungkin bisa menduduki urutan papan atas di internet, dan pada ahirnya blog anda memberikan penghasilan. Semuanya bisa dipelajari jika anda memang serius, tinggal googling aja.. hihi.

February 2, 2008

Doktor

Hari Jumat 1 Februari 2008 aku berangkat kekantor lebih pagi dari biasanya karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan pagi ini. Jalan tol masih cukup lancar walaupun padat, dipintu pembayaran tol Karang Tengah ngantri seperti biasanya, selepas membayar tol kepadatan kendaraan sudah mulai terasa malahan padatnya luar biasa. Rupanya Hujan semalaman mengakibatkan genangan air dimana-mana, laju kendaraan merayap seperti keong. Akibatnya aku telat sampai kantor. Padahal perkiraan akan tiba di kantor satu jam lebih awal dari jam kerja.

Sepanjang pagi sampai sore hujan pun hampir tiada hentinya, Jakarta banjir dimana-mana. Ketika pulang kantor kemacetan lalu lintas lebih parah lagi, selama dua jam baru menempuh jarak tidak lebih dari setengah kilometer, waduh suteres buanget deh, mana amper bensin mobilku yang selalu setia menemaniku ngantor sudah mennjukkan diposisi level sangat rendah. Takut kehabisan bensin, aku merubah arah menuju pom bensin, Alhamdu Lillah bisa sampai di pom bensin. Di pom bensin tanya si mas yang melayani, mas arah ke Tangerang ada banjir ya kok macetnya banget-banget. Si mas bilang saya tadi siang jam 12-an dari Tangerang mau kesini di tol Kebun Jeruk sudah banjir, dari Kebon jeruk kesini aja (pom bensil jalan Tanah Abang) jalan kaki karena kendaraan hampir tidak bergerak.

Setelah mengisi bensin ahirnya aku memutuskan tidak pulang ke rumah dulu. Balik lagi ke kantor, maksudnya mau nungguin jalan lancar dulu. Jam sembilan malam istriku menelepon menanyakan keberadaanku dimana. Masih dikantor, jawabku. Tadi sih udah mau pulang tapi di jalan macet sekali hamptir tidak bergerak, masa udah dua jam masih disitu-situ juga, sambungku. Istriku bilang udah jangan pulang dulu, tetangga-tetangga juga belum ada yang pulang dari pada nanti kejebak di jalan. Ya sudah ahirnya aku jadi doktor - mondok dikantor.